Jumat, 25 September 2009

Sekeping tulisan yg tercecer

Prosa tentang "Cinta"



Adakah secercah harapan yang kau titipkan untukku

Adakah sekeping cinta hati yang bisa aku singgahi

Adakah segenggam mimpi yang bisa kau simpan untukku..

Agar kepingan ini bisa bersatu kembali.

Setelah hancur berkeping-keping..

Cinta…

Hidup terasa hampa tanpamu..

Raga ini terasa hancur

Bagai puing-puing bangunan

Yang berserakan tanpa sentuhan kasihmu..

Cinta…

Setiap orang selalu memanggil manamu

Setiap orang selalu membutuhkanmu

Setiap orang berusaha menggapaimu

Cinta….

Mengapa ada saja yang selalu mengganggumu

Mengapa ada saja yang selalu mempermainkanmu

Merayumu, membuaimu..

Kemudian mencampakkanmu..

Cinta…

Engkau terlalu indah untuk disakiti

Engkau terlalu berharga untuk dipermainkan

Engkau terlalu sempurna untuk dicampakkan.

Cinta…

Jadilah engkau bak mutiara dilautan

Yang selalu bersinar

Memancarkan cahayanya yang berkilauan

Walau engkau berada dalam lumpur yang paling dalam..

Cinta….

Sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling….(saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi, saling pengertian dll).

Cinta……

Tidak dapat dipaksakan, cinta hanya dapat berjalan apabila ke-2 belah phiak melakukan “saling” tersebut…

cinta…..

Tidak dapat berjalan apabila mereka mementingkan diri sendiri.

Karena dalam berhubungan, pasangan kita pasti menginginkan suatu perhatian lebih

dan itu hanya bisa di dapat dari pengertian pasangannya.

Cinta adalah memberikan kasih sayang bukannya rantai.

Cinta juga tidak bisa dipaksakan dan datangnya pun kadang secara tidak di sengaja.

Cinta indah namun kepedihan yang ditinggalkannya

kadang berlangsung lebih lama dari cinta itu sendiri.

Batas cinta dan benci juga amat tipis

tapi dengan cinta dunia yang kita jalani serasa lebih ringan.

Cinta itu perasaan seseorang terhadap lawan jenisnya

karena ketertarikan terhadap sesuatu yang dimiliki oleh lawan jenisnya (misalnya sifat, wajah dan lain lain).

Namun diperlukan pengertian dan saling memahami untuk dapat melanjutkan hubungan,

haruslah saling menutupi kekurangan dan mau menerima pasangannya apa adanya,

tanpa pemaksaan oleh salah satu pihak.

Berbagi suka bersama dan berbagi kesedihan bersama.

Cinta….

Sesuatu yang murni, putih, tulus dan suci

yang timbul tanpa adanya paksaan atau adanya sesuatu yang dibuat-buat,

Pribadi cinta itu dapat membuat orang itu dapat termotivasi untuk melakukan perubahan yang lebih baik daripada sebelum ia mengenal cinta itu.

Cinta itu sesuatu yang suci dan janganlah kita menodai cinta yang suci itu dengan ke-egoisan kita

yang hanya menginginkan enaknya buat kita dan ndak enaknya buat kamu.

cinta dibutuhkan PENGERTIAN!

Suatu perasaan terdalam manusia yangmembuatnya rela berkorban apa saja demi kebahagiaan orang yang dicintainya.

Pengorbanannya itu tulus, tidak mengharap balasan.

Kalau misalnya memberi banyak hadiah ke seseorang tapi dengan syarat orang itu harus membalasnya dengan mau jadi kekasihnya, itu bukan cinta namanya.

Cinta tidak bisa diukur dengan materi ataupun yang berasal dari dunia fana.

Dan percayalah… cinta terbesar biasanya selalu datang dari ibu kandung, bukan dari pacar (sebab cinta pacar bisa luntur suatu saat atau setelah menikah kelak).

Cinta, membuat bahagia, duka ataupun buta.

Cinta itu penuh pengorbanan, kepahitan, keindahan dan kehangatan.

Cinta adalah sebuah keinginan untuk memberi tanpa harus meminta apa-apa,

namun cinta akan menjadi lebih indah jika keduanya saling memberi dan menerima, sehingga kehangatan, keselarasan dan kebersamaan menjalani hidup dapat tercapai. CInta adalah kata yang memiliki banyak makna, bergantung bagaimana kita menempatkannya dalam kehidupan. Ai wa atatakai koto da.

Cinta itu bisa membuat orang buta akan segalanya

hanya demi rasa sayang terhadap sang kekasih.

Kita juga tau apa maknanya cinta itu.

Cinta pasti bisa membuat orang merasakan suka dan duka pada waktu yang sama ketika kita berusaha mendapat kebahagiaan bersama.

Jadi bukanlah kebahagiaan untuk kita sendiri.

Meskipun demikian kita jangan samapi salah langkah agar tidak menuju kesengsaraan. Lakukanlah demi orang yang kamu kasihi agar kau tidak merasa sia-sia tanpa guna. Karena hal itulah yang membuat hidup menjadi lebih hidup (Losta Masta).

Cinta adalah perasaan hangat yang mampu membuat kita menyadari betapa berharganya kita, dan adanya seseorang yang begitu berharga untuk kita lindungi.

CInta tidaklah sebatas kata-kata saja, karena cinta jauh lebih berharga daripada harta karun termahal di dunia pun.

Saat seseorang memegang tanganmu dan bilang ” Aku cinta kamu…” pasti menjadi perasaan hangat yang istimewa!

Karena itu, saat kamu sudah menemukan seseorang yang begitu berharga buat kamu, jangan pernah lepaskan dia! Namun adakalanya cinta begitu menyakitkan, dan satu-satunya jalan untuk menunjukkan cintamu hanyalah merlekan dia pergi.

Cinta itu adalah sebuah perasaan yang tidak ada seorangpun bisa mengetahui kapan datangnya, bahkan sang pemilik perasaan sekalipun.

Jika kita sudah mengenal cinta, kita akan menjadi orang yang paling berbahagia di dunia ini.

Akan tetapi, bila cinta kita tak terbalas, kita akan merasa bahwa kita adalah orang paling malang dan kita akan kehilangan gairah hidup.

Dengan cinta, kita bisa belajar untuk menghargai sesama, serta berusaha untuk melindungi orang yang kita cintai, apaun yang akan terjadi pada kita. Ai ga kirei’n da!

Cinta merupakan anugerah yang tak ternilai harganya dan itu di berikan kepada makhluk yang paling sempurna, manusia.

Cinta tidak dapat diucapkan dengan kata-kata, tidak dapat dideskripsikan dengan bahasa apaun. Cinta hanya bisa dibaca dengan bahasa cinta dan juga dengan perasaan.

Cinta adalah perasaan yang universal, tak mengenalgender, usia, suku ataupun ras.

Tak perduli cinta dengan sesama mansuia, dengan tumbuhan, binatang, roh halus,ataupun dengan Sang Pencipta. Lagipula, cintaitu buta. Buta sama dengan meraba-raba. Jadi… cinta itu meraba-raba…(^o^)/… meraba-raba isi hati yang dicinta…


Selasa, 15 September 2009


Saat aku menulis postingan ini, waktu menunjukkan tepat pukul 02.08 pagi dinihari. Karena belum bisa memejamkan mata, akhirnya ku putuskan untuk menulis sesuatu, dan sekaligus up-date blog kesayangan ini. Kemarin sempat posting lagu lama yg gk tahu judul dan siapa penyanyinya, sekarang ini entah mengapa ingin nulis, bukan nulis sih sebenarnya, ingin cerita sedikit tentang urusan dunia yang namanya "cinta".

Setiap orang sudah pasti memiliki arti yang berbeda tentang arti cinta. Ada yang bilang cinta itu perasaan kagum yang berlebihan terhadapa suatu objek, yang lain mengatakan kalau cinta itu adalah perasaan ingin selalu bersama dengan seseorang yang juga punya perasaan serupa, ada lagi yang bilang kalau cinta itu adalah karunia dari Tuhan kepada seluruh umat-Nya agar saling berbagi kasih diatas dunia sehingga menimbulkan suasa kehidupan bersama yang damai. Namun apapun arti cinta, ia adalah perasaan tulus sebagai karunia dari Tuhan, yang timbul dari dalam diri seseorang dan yang biasanya timbul karena rasa kagum dan kekaguman terhadap seseorang, dan yang muncul tanpa dapat ditanah sehingga siapapun tak akan kuasa menahan atau menolaknya.

Karena alaminya cinta memang sudah begitu adanya, maka ia bisa menghinggapi hati siapa saja. Seseorang yang sedang jatuh cinta akan merasa bahagia kala orang yang sedang dicintai juga mencintainya. Laksana gayung bersambut, maka cinta mereka mungkin akan berlajut dan bertahan. Namun, kala perasaan cinta tak terbalas dengan perasaan serupa, maka rasa kecewa pasti kan muncul, menimbulkan kegundahan di hati sang pecinta.

Dan karena manusia sejatinya memiliki perasaan cinta, maka siapun orangnya akan bisa mencinta dan dicinta. Dan kalau benar begitu, maka tak ada kata larangan dalam cinta. Siapapun orangnya berhak untuk mencinta dan dicinta siapa saja. Toh, cinta adalah karunia untuk semua manusia. Namun, ada kala cinta itu hingga dan menempel di dahan yang salah, maka laksana parasit, cinta itupun berubah menjadi benalu kehidupan. Bilakah cinta dikatakan terlarang?

Nggak tahu ni jawabanya apa. Karena bingung mutusin mana cinta terlarang mana yg bukan. ;-)

Kamis, 10 September 2009

Ratu – Dear Diary


dear diary ku ingin cerita kepadamu

tentang nya yang dulu singgah di hatiku

sejak itu hidupku jadi bahagia

karena dia slalu ada di hidupku oh


tapi kini dia menghilang

dan tak tau entah (berada) dimana

diaryku ku merindukannya

pujaanku engkau ada dimana


telah habis air mata

tak sekedar kata2 ku curahkan

harusnya aku berlari sampai ke ujung dunia

untuk mencarinya oh



Lirik lagu Ratu – Dear Diary ini dipersembahkan oleh LirikLaguIndonesia.Net. Kunjungi DownloadLaguIndonesia.Net untuk download MP3 Ratu – Dear Diary.

Matius 5:39: Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

Ayat ini adalah ayat yang sangat kontroversial dan beberapa aliran agama sering mengutipnya. Sebenarnya apa arti ayat ini? Apakah orang Kristen akan membiarkan dirinya ditindas, diperlakukan sewenang-wenang? Atau membiarkan kejahatan tetap ada di mata kita. Jika ada orang yang mengambil uang perusahaan kita dan itu merugikan kita apakah kita akan membiarkannya?

Ayat ini sebenarnya bercerita tentang kebiasaan yang umum dan terkadang orang merasa wajar kalau membalasnya. Saya berikan contoh jika saudara adalah perempuan dan pacar saudara mendua dengan perempuan lain tentunya sudah sewajarnya kalau kita tidak mau bertegur sapa atau kenal lagi dengan laki-laki itu. Atau jika saudara adalah seorang pegawai yang sangat berdedikasi suatu saat oleh atasan anda dituduh macam-macam dan diragukan dedikasinya. Maka anda belum tentu mau bekerja dengan motivasi semula malah mungkin motivasinya makin rendah dan bahkan berusaha untuk keluar dari perusahaan tersebut Atau misalkan anda adalah seorang dokter yang sangat terkenal tiba-tiba anak anda meninggal dan sebagai dokter anda merasa tidak mampu mengobatinya tentunya adalah wajar untuk masuk ke masa duka selama berbulan-bulan bahkan bertahun tahun. Seorang istri yang dirumah dan merawat anak-anaknya merasa wajar kalau suaminya harus memperlakukannya dengan baik dan tidak semena-mena.

Banyak sekali kebiasaan sebagai reaksi dari suatu demotivasi dan penderaan yang dianggap wajar. Tetapi semua tindakan reaksi yang berupa balasan ini tidak diinginkan oleh Tuhan. Apapun yang terjadi baik penderitaan, kehilangan, kenistaan, kemiskinan kita harus berpikir berulang kali bagaimana cara menyikapinya. Sikap pembalasan terhadap keadaan akan membawa kita pada dosa yang lain dan kehilangan iman kita. Segala tindakan sesaat terkadang lupa bahwa pada masa datang kegiatan ini bisa menjadi lubang kecil yang menggerogoti iman dan kepercayaan kita. Sebagai contoh jika kita selalu mengeluh sebagai kewajaran dari keadaan yang tidak diharapkan maka jiwa kita akan sakit, keluhan akan menjalar ke segala segi kehidupan. Mulai dari pekerjaan, keluarga, teman, sampai akhirnya kepada ketidakadilan Tuhan.

Mengapa bisa demikian? Mungkin terasa dibesar-besarkan. Awal dari ketidakpercayaan adalah tidak dipupuknya iman. Awal tidak adanya iman adalah keluhan. Awal adanya keluhan adalah membiarkan hawa napsu menguasai jiwa. Awal dari hawa napsu adalah semua indera kita. Jadi bagaimana? Kebiasaan tidaklah salah tetapi jangan membenarkan kebiasaan hendaknya membiasakan yang benar.

Lalu yang benar itu seperti apa? Berulang kali dalam hidup saya mengalami sesuatu yang tidak sesuai dengan rencana. Semua kesesakan langsung dibalas dengan tindakan negatif. Setelah beberapa lama semua kondisi yang negatif saya coba tanyakan kepada Tuhan melalui firmanNya, bagaimana harus disikapi. Hampir semua jawabannya adalah tidak melakukan tindakan balasan dan tetap bekerja dan berbuat minimum seperti biasa bahkan lebih baik dari biasanya. Semuanya kita lihat terjadi atas hidup kita tetapi napsu kita tidak dipupuk (Pengkhotbah 6:9).

Apa ada orang yang bisa sabar ? Akhir dari hidup ini adalah buat Tuhan dan yang menilai adalah juga Tuhan kita:
Wahyu 2:19: Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama.

Happy Sunday.,!!

sumber:Renungan Singkat Kristiani
Disarankan Anda berdoa terlebih dahulu sebelum membaca ini agar Hati dan pikiran anda di bukakan oleh Tuhan dan di berikan pengertian yg benar.









1. Penjahat yang di sebelah Tuhan Yesus saat Yesus disalibkan tidak dibaptis, namun Yesus berkata kepadanya, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." (Lukas 23:43) Dia belum dibaptis tapi kenapa sudah mendapat hidup kekal?

jawab: Penjahat di sebelah Tuhan Yesus ini sudah bertobat dan percaya kepada Yesus, namun dia tidak sempat dibaptis. Dia pasti mau untuk dibaptis, namun saat itu dia belum punya kesempatan dan meninggal. Hal ini lain dengan orang yang mengatakan "sudah bertobat" namun tidak mau dibaptis. Ayat ini tidak boleh dipakai sebagai alasan untuk mereka yang tidak bersedia dibaptis. Baptisan adalah suatu langkah lanjutan bagi mereka yang bertobat. Jika memang seorang benar-benar bertobat, dia pasti mau dibaptis. Kalau dia tidak mau melakukan perintah yang mudah dan nampak ini, tentunya akan diragukan apakah dia akan menuruti perintah Yesus yang lain yang tidak nampak. Jadi: ada perbedaan besar antara orang yang tidak sempat dibaptis dengan orang yang tidak mau dibaptis. Orang yang tidak mau dibaptis, tidak memberi dirinya untuk dibaptis walaupun ada kesempatan.

2. Apa akibatnya kalau orang tidak mau dibaptis?

jawab: Baptisan air adalah perintah Yesus untuk umat-Nya. Kalau kita sebagai orang Kristen yang sudah lahir baru tapi tidak mau dibaptis, berarti kita melanggar perintah Allah. Sebenarnya kita tidak bisa menjelaskan secara detail, apa akibat orang yang tidak dibaptis. Itu adalah kedaulatan Tuhan. Namun ada beberapa ayat yang merupakan peringatan bagi kita sehubungan dengan hal ini. Coba kita baca ayat berikut ini:

Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! akan masuk kedalam kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di sorga. (Matius 7:21)

Seorang yang mengakui Yesus sebagai Tuhan harus dinyatakan dalam tindakan. Kalau mulutnya saja yang mengucapkan, "Yesus Tuhan", namun dia tidak mau mengikuti kehendak Allah, maka sebenarnya dia hanya ikut-ikut saja tapi tidak menjadikan Yesus sebagai Tuhan. Adalah kehendak Allah bagi mereka yang sudah bertobat untuk dibaptis. Baptisan adalah kehendak Allah yang jelas bagi mereka yang sudah menjadikan Yesus sebagai Tuhan.

Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataanKu di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusiapun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan BapaNya, diiringi malaikat-malaikat kudus." (Markus 8:38)

Adakalanya, orang yang tidak mau dibaptis karena mereka takut perkataan orang lain kepada dirinya. Mereka malu akan penilaian orang lain terhadap dirinya. Akibatnya mereka tidak mau dibaptis.

Baptisan selain, melakukan perintah Tuhan, juga merupakan suatu "proklamasi" kepada dunia bahwa kita sekarang sudah menjadi anak Allah. Jika kita malu mengakui Yesus di depan umum, maka Yesus-pun akan malu karena kita apabila Ia datang dalam kemuliaan BapaNya.

3. Bagaimana kalau orang yang hanya "dibaptis" percik dan tidak mau dibaptis selam?

Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dan padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut." (Lukas 12:47- 48)

Dari ayat di atas, kita melihat bahwa ada perbedaan antara hamba yang tahu akan kehendak tuannya dan hamba yang tidak tahu akan kehendak tuannya. Jika keduanya melanggar perintah tuannya, maka yang mendapat banyak pukulan adalah hamba yang sudah tahu tapi tidak melakukan. Hamba yang tidak tahu, bukan berarti tidak dipukul, tetapi tetap juga dipukul, meskipun memang hanya mendapat sedikit pukulan. Tentunya kita jangan mau menjadi salah satu dari kedua kelompok orang di atas yang mendapat pukulan. Yang paling baik tentunya: Mereka yang tahu kehendak tuannya dan melakukan sesuai dengan kehendak tuannya tadi.

Nah, prinsip di atas sama juga dengan baptisan. Karena tradisi atau kurang tahu Firman, akibatnya cukup banyak orang Kristen yang sudah lahir baru yang menerima "baptisan" percik. Kita tidak perlu menghakimi orang yang semacam ini, karena mereka tidak tahu cara baptisan yang benar. Tapi lebih baik kita mengurusi diri kita sendiri. Kita yang sudah tahu akan kebenaran, lebih baik berbuat sesuai dengan kebenaran tersebut.

Ada lagi ayat peringatan lain yang berhubungan dengan hal ini yaitu di Yakobus 4:17: "Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdo- sa."

4. Kalau saya dibaptis, Apakah saya perlu meminta ijin ke orang tua dulu?

Alkitab mengajarkan kita supaya menghormati orang tua kita. Orang-tua dalam hal ini termasuk orang tua yang sudah percaya ataupun yang belum. Alkitab tidak mengajarkan kita untuk menyepelekan orang-tua yang belum percaya. Justru setelah jadi orang Kristen, kita harus menunjukkan buah pertobatan maupun buah roh dalam kehidupan keluarga kita, apalagi terhadap orang tua. Kita harus lebih hormat kepada orang tua, lebih mengasihi dan lebih mau membantu orang tua kita. Kita harus menunjukkan bahwa sebagai orang Kristen kita harus menunjukkan rasa berterima kasih kepada orang tua kita. Sebagai seorang Kristen, jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka. Jangan sampai orang-tua kita berpikir bahwa setelah jadi orang Kristen maka kita tidak bisa lagi dekat dengan mereka. Jangan sampai mereka merasa "kehilangan" saat anak mereka menjadi orang Kristen.

Nah, kalau semuanya di atas sudah kita lakukan, seharusnya mereka (sebagai orang tua) tidak akan melarang jika kita menjadi orang Kristen. Mereka malah senang melihat kita menjadi seorang Kristen, karena mereka berpikir bahwa menjadi orang Kristen berarti menjadi seorang anak yang lebih baik. Barangkali mereka akan menyuruh anak-anaknya yang lain untuk ikut ke gereja dan menjadi Kristen. Demikian juga, merekapun tentunya tidak akan marah kalau mereka mendengar bahwa anak mereka sudah dibaptis.

Kembali kepada pertanyaan tadi, "Apakah seorang perlu meminta ijin kepada orang tuanya kalau ia akan dibaptis?" Secara umum saya jawab: "Tidak perlu." Baptisan adalah ketaatan seorang Kristen sehubungan dengan pertobatan orang tersebut. Baptisan adalah tanggung-jawab pribadi kita kepada Tuhan, sama halnya dengan pertobatan. Baptisan berhubungan dengan keselamatan diri seseorang (Markus 16:16). Baptisan juga berhubungan dengan pengampunan dosa (Kis. 2:38). Oleh sebab itu, baptisan adalah masalah pribadi.

Seorang tidak perlu minta ijin kepada siapapun untuk dibaptis. Sama halnya dengan pertobatan, Saudara tidak perlu minta ijin kepada ayah atau ibu kalau Saudara mau bertobat, demikian juga dengan baptisan. Untuk mengerti hal ini, saya berikan ilustrasi berikut ini.

Ada seorang anak yang ditinggal di rumah oleh orang tuanya untuk pergi berbelanja. Orang tuanya berpesan untuk mengunci rumah dan jangan meninggalkan rumah sampai nanti mereka datang. Anak tersebut mengikuti nasihat orang tuanya. Dia kunci pintu rumah dan tetap berada di dalam rumah. Meskipun teman-temannya mengajak dia bermain di luar, tapi dia ingat perintah orang tuanya untuk tetap berada di rumah. Sementara orang tuanya belum pulang, tiba-tiba rumah tetangga sebelah terbakar dan apinya besar sekali hingga menjalar ke rumahnya. Nah, apakah yang akan dia lakukan? Apakah dia masih menurut nasihat orang-tuanya untuk tetap berada di rumah, atau dia menyelamatkan diri dan meninggalkan rumah untuk mencari perlindungan? Kalau dia berakal sehat, tentunya dia akan meninggalkan rumah tersebut dan mencari perlindungan.

Hal ini sama dengan Baptisan. Baptisan adalah perintah Tuhan sehubungan dengan keselamatan kita. Sama halnya dengan bertobat, kita tidak perlu minta ijin kepada orang tua kita untuk bertobat, demikian juga dengan baptisan.


Urutan yg benar: Bertobat-baptis- menerima karunia roh kudus.
Kisah Para Rasul 2
2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

Mana mungkun seorang anak kecil di baptis sedangkan ia belum tau akan dirinya apalagi bertobat.


1 frman yg terakhir

Amsal 13:13
Siapa yang meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya.
tetapi siapa yang taat pada perintah, akan mendapat balasan.
Disarankan Anda berdoa terlebih dahulu sebelum membaca ini agar Hati dan pikiran anda di bukakan oleh Tuhan dan di berikan pengertian yg benar.

1. Penjahat yang di sebelah Tuhan Yesus saat Yesus disalibkan tidak dibaptis, namun Yesus berkata kepadanya, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." (Lukas 23:43) Dia belum dibaptis tapi kenapa sudah mendapat hidup kekal?

jawab: Penjahat di sebelah Tuhan Yesus ini sudah bertobat dan percaya kepada Yesus, namun dia tidak sempat dibaptis. Dia pasti mau untuk dibaptis, namun saat itu dia belum punya kesempatan dan meninggal. Hal ini lain dengan orang yang mengatakan "sudah bertobat" namun tidak mau dibaptis. Ayat ini tidak boleh dipakai sebagai alasan untuk mereka yang tidak bersedia dibaptis. Baptisan adalah suatu langkah lanjutan bagi mereka yang bertobat. Jika memang seorang benar-benar bertobat, dia pasti mau dibaptis. Kalau dia tidak mau melakukan perintah yang mudah dan nampak ini, tentunya akan diragukan apakah dia akan menuruti perintah Yesus yang lain yang tidak nampak. Jadi: ada perbedaan besar antara orang yang tidak sempat dibaptis dengan orang yang tidak mau dibaptis. Orang yang tidak mau dibaptis, tidak memberi dirinya untuk dibaptis walaupun ada kesempatan.

2. Apa akibatnya kalau orang tidak mau dibaptis?

jawab: Baptisan air adalah perintah Yesus untuk umat-Nya. Kalau kita sebagai orang Kristen yang sudah lahir baru tapi tidak mau dibaptis, berarti kita melanggar perintah Allah. Sebenarnya kita tidak bisa menjelaskan secara detail, apa akibat orang yang tidak dibaptis. Itu adalah kedaulatan Tuhan. Namun ada beberapa ayat yang merupakan peringatan bagi kita sehubungan dengan hal ini. Coba kita baca ayat berikut ini:

Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan! akan masuk kedalam kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di sorga. (Matius 7:21)

Seorang yang mengakui Yesus sebagai Tuhan harus dinyatakan dalam tindakan. Kalau mulutnya saja yang mengucapkan, "Yesus Tuhan", namun dia tidak mau mengikuti kehendak Allah, maka sebenarnya dia hanya ikut-ikut saja tapi tidak menjadikan Yesus sebagai Tuhan. Adalah kehendak Allah bagi mereka yang sudah bertobat untuk dibaptis. Baptisan adalah kehendak Allah yang jelas bagi mereka yang sudah menjadikan Yesus sebagai Tuhan.

Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataanKu di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusiapun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan BapaNya, diiringi malaikat-malaikat kudus." (Markus 8:38)

Adakalanya, orang yang tidak mau dibaptis karena mereka takut perkataan orang lain kepada dirinya. Mereka malu akan penilaian orang lain terhadap dirinya. Akibatnya mereka tidak mau dibaptis.

Baptisan selain, melakukan perintah Tuhan, juga merupakan suatu "proklamasi" kepada dunia bahwa kita sekarang sudah menjadi anak Allah. Jika kita malu mengakui Yesus di depan umum, maka Yesus-pun akan malu karena kita apabila Ia datang dalam kemuliaan BapaNya.

3. Bagaimana kalau orang yang hanya "dibaptis" percik dan tidak mau dibaptis selam?

Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dan padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut." (Lukas 12:47- 48)

Dari ayat di atas, kita melihat bahwa ada perbedaan antara hamba yang tahu akan kehendak tuannya dan hamba yang tidak tahu akan kehendak tuannya. Jika keduanya melanggar perintah tuannya, maka yang mendapat banyak pukulan adalah hamba yang sudah tahu tapi tidak melakukan. Hamba yang tidak tahu, bukan berarti tidak dipukul, tetapi tetap juga dipukul, meskipun memang hanya mendapat sedikit pukulan. Tentunya kita jangan mau menjadi salah satu dari kedua kelompok orang di atas yang mendapat pukulan. Yang paling baik tentunya: Mereka yang tahu kehendak tuannya dan melakukan sesuai dengan kehendak tuannya tadi.

Nah, prinsip di atas sama juga dengan baptisan. Karena tradisi atau kurang tahu Firman, akibatnya cukup banyak orang Kristen yang sudah lahir baru yang menerima "baptisan" percik. Kita tidak perlu menghakimi orang yang semacam ini, karena mereka tidak tahu cara baptisan yang benar. Tapi lebih baik kita mengurusi diri kita sendiri. Kita yang sudah tahu akan kebenaran, lebih baik berbuat sesuai dengan kebenaran tersebut.

Ada lagi ayat peringatan lain yang berhubungan dengan hal ini yaitu di Yakobus 4:17: "Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdo- sa."

4. Kalau saya dibaptis, Apakah saya perlu meminta ijin ke orang tua dulu?

Alkitab mengajarkan kita supaya menghormati orang tua kita. Orang-tua dalam hal ini termasuk orang tua yang sudah percaya ataupun yang belum. Alkitab tidak mengajarkan kita untuk menyepelekan orang-tua yang belum percaya. Justru setelah jadi orang Kristen, kita harus menunjukkan buah pertobatan maupun buah roh dalam kehidupan keluarga kita, apalagi terhadap orang tua. Kita harus lebih hormat kepada orang tua, lebih mengasihi dan lebih mau membantu orang tua kita. Kita harus menunjukkan bahwa sebagai orang Kristen kita harus menunjukkan rasa berterima kasih kepada orang tua kita. Sebagai seorang Kristen, jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka. Jangan sampai orang-tua kita berpikir bahwa setelah jadi orang Kristen maka kita tidak bisa lagi dekat dengan mereka. Jangan sampai mereka merasa "kehilangan" saat anak mereka menjadi orang Kristen.

Nah, kalau semuanya di atas sudah kita lakukan, seharusnya mereka (sebagai orang tua) tidak akan melarang jika kita menjadi orang Kristen. Mereka malah senang melihat kita menjadi seorang Kristen, karena mereka berpikir bahwa menjadi orang Kristen berarti menjadi seorang anak yang lebih baik. Barangkali mereka akan menyuruh anak-anaknya yang lain untuk ikut ke gereja dan menjadi Kristen. Demikian juga, merekapun tentunya tidak akan marah kalau mereka mendengar bahwa anak mereka sudah dibaptis.

Kembali kepada pertanyaan tadi, "Apakah seorang perlu meminta ijin kepada orang tuanya kalau ia akan dibaptis?" Secara umum saya jawab: "Tidak perlu." Baptisan adalah ketaatan seorang Kristen sehubungan dengan pertobatan orang tersebut. Baptisan adalah tanggung-jawab pribadi kita kepada Tuhan, sama halnya dengan pertobatan. Baptisan berhubungan dengan keselamatan diri seseorang (Markus 16:16). Baptisan juga berhubungan dengan pengampunan dosa (Kis. 2:38). Oleh sebab itu, baptisan adalah masalah pribadi.

Seorang tidak perlu minta ijin kepada siapapun untuk dibaptis. Sama halnya dengan pertobatan, Saudara tidak perlu minta ijin kepada ayah atau ibu kalau Saudara mau bertobat, demikian juga dengan baptisan. Untuk mengerti hal ini, saya berikan ilustrasi berikut ini.

Ada seorang anak yang ditinggal di rumah oleh orang tuanya untuk pergi berbelanja. Orang tuanya berpesan untuk mengunci rumah dan jangan meninggalkan rumah sampai nanti mereka datang. Anak tersebut mengikuti nasihat orang tuanya. Dia kunci pintu rumah dan tetap berada di dalam rumah. Meskipun teman-temannya mengajak dia bermain di luar, tapi dia ingat perintah orang tuanya untuk tetap berada di rumah. Sementara orang tuanya belum pulang, tiba-tiba rumah tetangga sebelah terbakar dan apinya besar sekali hingga menjalar ke rumahnya. Nah, apakah yang akan dia lakukan? Apakah dia masih menurut nasihat orang-tuanya untuk tetap berada di rumah, atau dia menyelamatkan diri dan meninggalkan rumah untuk mencari perlindungan? Kalau dia berakal sehat, tentunya dia akan meninggalkan rumah tersebut dan mencari perlindungan.

Hal ini sama dengan Baptisan. Baptisan adalah perintah Tuhan sehubungan dengan keselamatan kita. Sama halnya dengan bertobat, kita tidak perlu minta ijin kepada orang tua kita untuk bertobat, demikian juga dengan baptisan.


Urutan yg benar: Bertobat-baptis- menerima karunia roh kudus.
Kisah Para Rasul 2
2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

Mana mungkun seorang anak kecil di baptis sedangkan ia belum tau akan dirinya apalagi bertobat.


1 frman yg terakhir

Amsal 13:13
Siapa yang meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya.
tetapi siapa yang taat pada perintah, akan mendapat balasan.


GBU !

detikcom : Polisi Tak Berhak Pertanyakan Wewenang KPK

title : Polisi Tak Berhak Pertanyakan Wewenang KPK
summary : Dalam pemeriksaan, polisi kembali mempertanyakan beberapa wewenang yang dimiliki KPK. Namun polisi dianggap tak berhak menilai wewenang KPK. (read more)

detikcom : Dulu Ajak Sesat, Sekarang Ajak Selamat

title : Dulu Ajak Sesat, Sekarang Ajak Selamat
summary : (read more)

detikcom : Putra Mahkota Cendana Masih Memikat

title : Putra Mahkota Cendana Masih Memikat
summary : Putra bungsu almarhum mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy, tampaknya masih memiliki daya magnet cukup kuat. Terbukti secara personal Tommy mampu menarik minat orang-orang untuk mendekat. (read more)
HIDUP INI ADALAH PERJUANGAN MENCAPAI SEMPURNA,BIARKAN BERJALAN SEPERTI AIR YANG MENGALIR BEBAS, PERCAYA KARENA SEMUA ITU TELAH DI ATUR OLEH YANG KUASA, JALANIN HIDUP INI APA ADANYA TANPA HARUS DI BEBANI OLEH MIMPI2 DAN HARAPAN YANG KELAK AKAN MENGECEWAKAN BILA TIDAK TERWUJUD,
SENYUMLAH MENATAP HIDUP INI KARENA DI LUAR SANA MASIH BANYAK YANG MENANTI CINTAMU YANG PERNAH HILANG,
JANGAN TERLENA DENGAN MASA LALU YANG SANGAT MENYAKITKAN ITU,
JANGAN JUGA SIA-SIAKAN HIDUPMU MASUK DALAM KETERPURUKAN YG BERKEPANJANGAN UNTUK DIA SEORANG YG TELAH MENGHIANATI.,
HIDUP INI CUMA SEKALI SAJA, LUPAKAN DIA SELAMA-LAMANYA, KUBUR SEGALA KENANGAN INDAH MASA LALU BERSAMANYA,
NIKMATI SISA PERJALANAN HIDUPMU DI DUNIA YG PENUH DRAMA MISTERI MEMUAKKAN INI..